Pengelolaan Konservasi SDA

GROUNDBREAKING RABABAKA KOMPLEKS

PDF Cetak

GROUNDBREAKING RABABAKA KOMPLEKS

Rababaka_171213

“Sungai Rababaka merupakan salah satu sungai besar yang terdapat di Pulau Sumbawa. Daerah Aliran Sungai Rababaka mempunyai luas 236,4 km2.dengan panjang sungai 57,7 km. Prasarana Sumber Daya Air yang ada di sungai berjumlah 17 buah bendung dengan total areal + 2.820 ha. Sungai Rababaka mempunyai potensi air yang cukup besar, namun mempunyai areal pengembangan irigasi terbatas. Disisi lain disebelah barat sungai Rababaka terdapat sungai Tanju yang masuk di dalam Daerah Aliran Sungai Kambu yang potensi airnya terbatas namun mempunyai potensial areal pengembangan pertanian yang cukup luas yaitu + 2.600 ha.

Untuk mengoptimalkan pengembangan Sumber Daya Air di wilayah Rababaka dan Tanju maka dibuat suatu sistem interkoneksi antar daerah aliran sungai yang disebut dengan pengembangan Rababaka Komplek.

Konsep pengembangan Rababaka Komplek adalah dengan menyatukan dua potensi daerah irigasi yaitu Irigasi Bendung Rababaka eksisting dan irigasi baru di wilayah Tanju menjadi sistim jaringan irigasi interkoneksi dengan membuat saluran penghubung antar sungai. Dengan saluran antar sungai ini maka kelebihan air di Sungai Rababaka pada musim penghujan akan dibawa dan disimpan dalam tampungan Bendungan Tanju dan Bendungan Mila. Bendungan Tanju diharapkan dapat mengembangkan potensi areal irigasi di wilayah Tanju serta sebagai supli air baku di Kecamatan Manggelewa. Sedangkan Bendungan Mila diharapkan mampu menstabilkan penyediaan air di daerah irigasi Bendung Rababaka eksisting terutama pada musim kemarau. Demikian penjelasan Kepala BWS Nusa Tenggara I, Ir. H. Marsono, MM.,MT pada acara Groundbreaking Rababaka kompleks di Dompu.

” Lebih lanjut Kepala BWS Nusa Tenggara I, mengatakan “ Kajian pengembangan Rababaka Komplek ini dimulai pada tahun 2001 dan pra studi Kelayakan Pengembangan Rababaka komplek dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Dompu menyusun studi kelayakan Pengembangan Rababaka Komplek. Dan dilanjutkan pada tahun 2008 sampai dengan 2013 kajian Detail Desain, Pembuatan Model Test Bendungan, Kajian LARAP, dan studi AMDAL.

Diharapkan bendungan Rababaka Komplek ini memberikan manfaat antara lain peningkatan intensitas tanam daerah irigasi Rababaka seluas 1.689 ha dari 180 % menjadi 300%, pengembangan daerah irigasi baru di wilayah Tanju seluas 2.250 ha dengan intesitas tanam 300 % serta suplai air baku untuk wilayah kecamatan Manggelewa sebesar 54 lt/det.
Manfaat yang akan diperoleh dari pembangunan bendungan ini ialah untuk Tanju akan mengairi sawah tadah hujan seluas 2.242 hektare dengan penyediaan air baku 5.776 KK. Sedang Rababaka ditargetkan intensitas tanam existing seluas 1.689 hektare sedangkan.Pembangunan Bendungan ini diperkirakan akan menelan dana 831 Miliar lebih. Sementara dana yang telah dikeluarkan untuk pembebasan lahan sudah 300 miliar. " Yang 9 miliar digunakan untuk jasa konsultan.

 Rababaka_171213._a

Acara Groundbreaking Bendungan Rababaka Kompleks yang berlokasi di kecamatan Manggalewa dan Kecamatan Woha Kabupaten Dompu ini diresmikan oleh Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. Usai upacara HUT NTB Ke-55 di Dompu selasa 17 Desember 2013. Gubernur Nusa Tenggara Barat dalam sambutannya mengatakan bahwa “ Pembangunan Bendungan Rababaka merupakan salah satu rachmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada masyarakat NTB khususnya Kabupaten Dompu. Pada awalnya 6 tahun yang lalu saya di datangi oleh seorang pemuda (KNPI) Syamsuddin namanya ketika saya sedang menyampaikan visi misi pencalonan sebagai Gubernur. Sebagai seorang santri saya menjawabnya insyaAllah, lalu saya bermunajat kepada Allah SWT. Awalnya saya mengira bendungan ini kecil seperti lazimnya embung atau bendungan lainnya. Lalu saya diberikan proposal oleh salah seorang tokoh masyarakat DOMPU disitu saya baru mengerti bahwa bendungan Rababaka itu seluas dan sebesar ini. Alhamdulillah hari ini kita bersama – sama menyaksikan ground breaking Bendungan Rababaka. Harapan saya kepada masyarakat untuk membantu seluruh rangkaian pelaksanaannya, jangan diganggu para pekerja mereka hanya membantu kita untuk membangun karena setelah selesai mereka pergi. Dan kita yang ada disekitar bendungan ini yang akan menikamatinya. Setiap pembangunan pasti ada pengorbanan baik secara fisik maupun psykis. Tapi tidak boleh satu orangpun kita zolimi. Masalah tanah insya Allah triwulan pertama paling lambat bulan Maret akan di selesaikan.” Demikan Dr.TGB. M. Zainul Majdi menyampaikan harapannya kepada masyarakat.

Sementara itu Bupati Dompu Drs. Bambang M.Yasin “ Pembangunan Bendungan Rababaka merupakan kado terindah di HUT NTB ini, karena dengan pembangunan tersebut akan membawa dampak positif terhadap masyarakat Dompu, khususnya sekitar bendungan, dan akan merubah pola tanam serta hasil yang berlipat ganda. Kalau bendungan ini akan mengairi ribuan hektar, kalau saja itu dikalikan dengan pemilik lahan maka akan berlipat ganda masyarakat yang akan bisa menikmatinya. Sehingga jagung yang selama ini hanya satu kali setahun dengan pembangunan ini insya Allah bisa- bisa petani jagung panen sebanyak tiga kali setahun yang tentunya menghsilkan ribuan ton jagung. Marilah kita bersama membangun NTB khususnya kabupaten Dompu“ Sebelum dilaksanakan groundbreaking masyarakat melakukan istighosah untuk pembangunan Bendungan Rababaka dan perayaan HUT NTB ke 58.

Dalam rangkaian acara Groundbreaking ini juga dilaksanakan NTB Expo yang berlokasi di Lapangan Karijawa Dompu yang berlansung dari tanggal 15-17 Desember 2013 (Humas&Isda)


 

GROUND BREAKING RABA BAKA KOMPLEKS DI KABUPATEN DOMPU NTB

PDF Cetak

GROUND BREAKING RABA BAKA KOMPLEKS

DI  KABUPATEN  DOMPU  NTB

 

Raba_baka_01Ground breaking Raba Baka kompleks dikaitkan dengan hari jadi Kabupaten Dompu ke-198 (11 April 1815 – 11 April 2013) kabupaten Dompu merupakan salah satu dari 10 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas wilayah 2.324,55 km2. Letak geografis Kabupaten Dompu terletak antara 1170 42’ – 1180 30’ bujur timur dan 80 06 ‘ – 90 05 lintang selatan.


Secara administrasi Kabupaten Dompu terbagi menjadi 8 Kcamaan, 72 Desa dan 7 Kelurahan. Jumlah penduduk  221.184, laki –laki = 111.853 jiwa dan perempuan = 109.333 jiwa. Mata pencaharian masyarakatnya dominan petani, lahan pertanian  18.647 Ha, sawah irigasi teknis 9,594 Ha, semi teknis = 1.642 Ha, dan non teknis 7.411 Ha. Dan lahan kering 213.261 Ha.

Pada kesempatan tersebut Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, Ir. H..Marsono menjelaskan : “Sungai Rababaka memiliki potensi air yang cukup besar sementara lahan irigasi yang ada relatif kecil (A = 1.689 Ha ). Kondisi existing S. Rababaka inflow 79 juta m3/thn, dipakai hanya sekitar 40 juta m3/thn sisanya terbuang kelaut.

Raba_baka_02

Sebelah kanan sungai Rababaka terdapat sungai Tanju mempunyai potensi lahan irigasi yang cukup luas (A = 2.350 Ha), tetapi potensi inflow relalif kecil dan tidak sebanding dengan luas lahan yang ada.  Upaya-upaya pengembangan irigasi tersebut akan sangat relevan dalam rangka pengembangan seKtor pertanian di wilayah Kabupaten Dompu dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta menambah lapangan pekerjaan.

 

Lokasi Secara administratif terletak di Kabupaten Dompu meliputi wilayah  kecamatan yaitu : Kecamatan Manggelewa dan Kecamatan Woja. Lokasi secara geografis Terletak pada kisaran Koordinat :1180 14’ – 1180 27’  BT dan 80 28’ – 80 36’   LS.

Raba_baka_03Daerah Irigasi (DI) Tanju Target Sasaran : Mengairi sawah tadah hujan seluas + 2.242 Ha,Penyediaan Air Baku + 5.776 KK. Daerah Irigasi (DI) Rababaka Target Sasaran : Meningkatkan Intensitas Tanam D.I Rababaka (existing) seluas + 1.689 Ha. Demikian penjelasannya Kepala BWS Nusa Tenggara I. 

 

 

BENDUNGAN PANDANDURI TAHAP II

PDF Cetak

BENDUNGAN PANDANDURI

 MEMASUKI TAHAP PEKERJAAN KONSTRUKSI TAHAP II

Pelaksanan konstruksi pembangunan Bendungan Pandanduri Tahap I dimulai tahun 2011 dengan pekerjaan utama di Terowong Pengelak. Sistem kontrak pekerjaan ini kontrak single year dengan pelaksana konstruksi PT. WASKITA KARYA (PERSERO) dan Konsultan Pengawas PT. INDRA KARYA (PERSERO). Tahap II Pembangunan Bendungan Pandanduri dimulai tahun 2012 dan rencana selesai pada tahun 2014. Sistem kontrak pekerjaan Multi Years Contract dengan pelaksana konstruksi PT. WASKITA KARYA (PERSERO) – PT. BRANTAS ABIPRAYA (PERSERO) JO dan konsultan pengawas PT. IKA ADYA PERKASA – PT. METTANA (JO).

Pelaksanaan Konstruksi Tahap I (2011)

Pelaksanaan konstruksi Tahap I meliputi pekerjaan Galian Inlet Terowong, Galian Terowong dan pekerjaan Galian Outlet. Waktu pelaksanaan tahap I ini dimulai awal bulan Juli sampai dengan akhir bulan Desember 2011,. termasuk pekerjaan supervisi konstruksi.

Inlet Terowong .Inlet terowong merupakan saluran terbuka dengan panjang 114 m (termasuk saluran transisi), lebar rata-rata 5 m. Lokasi galian terbuka Inlet terowong pada STA 10.00 dengan elevasi 249.50 m sampai dengan STA 124.50 dengan elevasi 265.00 m. Galian direncanakan sampai dengan elevasi dasar galian yaitu 248.50 m di hilir ( dasar galian ambang Inlet terowong ) dan elevasi 248.53 m di hulu ( dasar ambang saluran terbuka Inlet / pertemuan dengan sungai palung ).

Outlet Terowong.Saluran outlet terowong Pandanduri mempunyai panjang 172 m (termasuk saluran transisi). Outlet terowong ini nantinya berfungsi untuk mengalirkan air Bendungan Pandanduri ke Bendung Pandanduri dan Bendung Swangi yang ada di Sungai Palung bagian hilir. Konstruksi outlet ini berupa konstruksi beton bertulang dengan lebar dasar saluran rata-rata 5 meter.


Galian Terowong Pengelak

Terowong pengelak Bendungan Pandanduri berfungsi untuk mengalirkan debit selama masa pelaksanaan konstruksi bendungan utama dan nantinya akan dimanfaatkan sebagai saluran pengambiln (Intake). Pelaksanaan konstruksi tahap I ini berupa pekerjaan galian terowong. Proses penggalian terowong merupakan suatu siklus yang terdiri dari : Scalling (pembersihan permukaan galian); Mucking (pembersihan hasil peledakan keluar dari terowong); Shotcrete; (pekerjaan penyemprotan cairan semen di dinding terowong) pekerjaan shotecrete ini disesuikan dengan kondisi geologi permukaan galian sesuai rekomendasi konsultan supervisi dan Direksi Pekerjaan, Pemasangan Steel Support; pemasangan steel support tergantung dari konsisi geologi permukaan tgalian terowong. Pemasangan balok kayu ( 5 cm/ 10 cm ) sebagai pengaman /penguat; Pengeboran lobang isian bahan peledak  (handak), Charging (pengisian dan perangkaian kabel handak); dan Blasting (peledakan).

 

Pelaksanaan Konstruksi Tahap II (2012-2014)

Pelaksanaan konstruksi Tahap II merupakan kelanjutan pekerjaan Tahap I. Pekerjaan Tahap II ini secara garis besar terdiri dari Pekerjaan bendungan utama (maindam), pelimpah (spillway), melanjutkan proses pekerjaan di terowong, pekerjaan saddle dam, hidromekanikal dan elektrikal, pemasangan instrumentasi di bendungan utama, pembuatan jalan masuk dan relokasi jalan serta pembangunan fasilitas bendungan. Waktu pelaksanaan tahap II ini dimulai awal bulan Juli 2012 sampai dengan akhir bulan Juni 2014 (24 bulan), termasuk pekerjaan supervisi konstruksi dan investigasi geologi tambahan.

Bendungan Utama (maindam)

Pelaksanaan konstruksi Tahap I meliputi pekerjaan Galian Inlet Terowong, Galian Terowong dan pekerjaan Galian Outlet. Waktu pelaksanaan tahap I ini dimulai awal bulan Juli sampai dengan akhir bulan Desember 2011. Nilai kontrak pelaksanaan pekerjaan ini sebesar Rp. 52.384.457.200,- termasuk pekerjaan supervisi konstruksi.

Bendungan utama Bendungan Pandanduri merupakan bendungan dengan zonal dengan inti tegak dengan tinggi Bendungan 42m, panjang puncak 950 m dan lebar puncak 10 m. Kemiringan lereng hulu 1: 2,5 hilir 1: 2,3

Cofferdam

Cofferdam, seperti halnya dengan terowong pengelak berfungsi untuk mengalirkan sementara aliran sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan utama. Cofferdam didesain untuk mampu menahan debit banjir rancangan Q25th selama pelaksanaan bendungan utama.

 

Tipe cofferdam pada Bendungan Pandanduri adalah tipe zonal dengan inti tegak. Tinggi cofferdam 25,5 m dengan lebar puncak 6,0 m dan panjang 550 m. Kemiringan lereng hulu  1 : 3,00 dan hilir 1 : 2,80. Volume timbunan cofferdam sebesar 234.337 m³.


Pelimpah (spillway)

Pelimpah Bendungan Pandanduri terletak di sebelah kiri bendungan utama. Pelimpah ini didesain de­ngan menggunakan banjir Q100th dan mampu melewatkan banjir PMF (1.183,70 m3/det)

Pelimpah ini merupakan pelimpah dengan ambang biasa (Tipe Ogee) dengan lebar total 37,5 m dan ambang bersih 4@7,5 m (tot 30m). Panjang pelimpah mulai dari hulu sampai dengan hilir kolam olak 440 m dengan lebar kolam olak 20m. Tipe pintu pelimpah adalah Steel Fix Wheel Gate (Dengan Roda Tetap) dengan jumlah 4 set yang masing-masing dilengkapi dengan stoplog dengan dimensi 7,5 m x 8,0 m.

 

Terowong

Terowong pengelak Bendungan Pandanduri mempunyai panjang 437,00 m dengan diameter dalam 3,50 m. Debit banjir yang mampu dilewatkan sebesar 115,47 m3/det dengan kemiringan dasar 1 : 100. Konstruksi terowong berupa konstruksi beton K225.

Pada saat pembangunan bendungan selesai dikerjakan, terowong akan dipasang pipa pengambilan yang berfungsi untuk mengalirkan kebutuhan air dihilir bendungan. 

Bendungan Penutup (saddledam)

Bendungan Pandanduri dilengkapi dengan 9 saddledam yang berfungsi untuk menambah kapasitas tampungan waduk. Type bendungan penutup sama dengan bendungan utama yaitu zonal dengan inti tegak dengan lebar puncak 8,00 m dan elevasi puncak pada + 284,00 m. Kemiringan lereng hulu 1 : 2,1 dan hilir 1 : 2,0. Panjang saddledam bervariasi antara 38,6 m sampai dengan 530 m. Sedangkan tinggi bendungan penutup bervariasi antara 4,5 m sampai 15 m.

Secara lengkap data panjang dan tinggi bendungan penutup dapat dilihat pada tabel bawah ini.

 

Jalan Hantar

Jalan hantar Bendungan Pandanduri berfungsi sebagai jalan pengganti yang menghubungkan Kecamatan Terara dan Kecamatan Sakra di Kabupaten Lombok Timur. Jalan hantar ini terletak disepanjang genangan waduk sebelah kiri. Panjang jalan hantar ini kurang lebih 5,9 km dengan lebar pekerasan 2 x 2,50 m dan lebar bahu jalan 2 x 0,70 m.

(Sumber: PPK Pandanduri, Konsultan Landcape , Humas BWS NT.1)

 
Artikel Lain...
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Anda berada di: Home Kegiatan Pengelolaan Konservasi SDA

Galeri Foto

sumber_daya_air
sumber_daya_air
sumber_daya_air
sumber_daya_air
sumber_daya_air

Prakiraan Cuaca

Kota Mataram 30 °C
Praya 28 °C
Kota Bima °C
  16/04/2014 Ferienhaus Ostsee

Location Map


Pengunjung

Pengunjung [+/-]
Hari ini:
Kemarin:
Dua hari lalu:
128
196
239

-43
Bulan ini:
Bulan lalu:
Dua bulan lalu:
3197
6715
3081

+3634

Rata-rata harian
Bulan ini:
Bulan lalu:
Dua bulan lalu:
199.8
223.8
102.7
-24
+121.1

Total pengunjung
.   48 162